Tingkatkan Kemampuan Personel dan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Gangguan Kamtibmas, Polres Rote Ndao Gelar Latihan Dalmas

Tingkatkan Kemampuan Personel dan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Gangguan Kamtibmas, Polres Rote Ndao Gelar Latihan Dalmas
Personel Polres Rote Ndao saat melaksanakan latihan Dalmas di lapangan Bhayangkara Mapolres Rote Ndao, Kamis (05/11).

www.tribratanewsrotedao.com – Rote, Kepolisian Resor Rote Ndao melaksanakan kegiatan latihan Pengendalian Massa (Dalmas) guna meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Latihan digelar di Lapangan Bhayangkara Mapolres Rote Ndao, Kamis (05/11/2016).

Kegiatan latihan tersebut diikuti oleh personel Polres Rote Ndao sebanyak 88 orang, yang terdiri dari tim negosiator, Dalmas awal dan Dalmas lanjutan, yang dalam pelaksanaannya memperagakan berbagai gerakan dan formasi Dalmas sesuai prosedur serta standar operasional Kepolisian.

Latihan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Rote Ndao AKP I Ketut Setiasa, S.H. yang didampingi Kasat Samapta IPTU Yohn F. Kotta. Sebelum dilaksanakannya latihan, diawali dengan apel kesiapaan yang dipimpin Kabag OPS.

Kabag Ops yang dalam arahannya menyampaikan bahwa kemampuan Dalmas merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap personel Kepolisian, terutama dalam menghadapi situasi unjuk rasa, untuk itu dalam latihan ini dirinya menekankan pentingnya keseriusan dan semangat dalam latihan.

“Latihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk kesiapan kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga situasi tetap kondusif, saya harapkan anggota yang terlibat harus serius dan juga semangat,” ujar Kabag.

Ia menambahkan, bahwa setiap personel harus memahami prosedur pengendalian massa secara humanis dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Kabag juga menegaskan, bahwa penggunaan kekuatan dalam pengendalian massa harus menjadi pilihan terakhir setelah upaya negosiasi tidak membuahkan hasil.

“Prinsip kita adalah humanis, profesional, dan terukur. Tidak ada tindakan berlebihan dalam setiap penanganan massa, setiap anggota juga harus bisa mengendalikan emosi masing-masing, jangan sampai terpancing dengan situasi yang berkembang,” tegasnya.

 

Dalam latihan tersebut, para personel diberikan materi dasar Dalmas, mulai dari sikap siaga, formasi regu, hingga teknik dorong maju dan kendali massa tanpa senjata.

Selain itu, peserta yang khususnya tim negositor juga dilatih kemampuan komunikasi lapangan agar mampu melakukan pendekatan persuasif kepada massa dalam situasi yang berpotensi memanas.

Latihan juga melibatkan simulasi situasi unjuk rasa yang berkembang menjadi kondisi tidak kondusif, sehingga personel dapat berlatih pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan kerja sama antar personel dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui latihan secara rutin dan terukur, setiap personel diharapkan mampu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, menguasai teknik pengendalian massa, serta bertindak secara profesional, humanis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (H’rnd)