Hangat dan Penuh Persaudaraan, Minggu Kasih Polres Rote Ndao di Gereja Syalom Mokdale

Hangat dan Penuh Persaudaraan, Minggu Kasih Polres Rote Ndao di Gereja Syalom Mokdale
Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.I.K. yang didampingi Kapolsek Lobalain IPDA Djoni E. Pada, S.H. saat memberikan pesan kamtibmas di Gereja Syalom Mokdale dalam kegiatan Minggu Kasih, Minggu (08/11).

www.tribratanewsrotendao.com - Rote, Suasana Minggu pagi di Gereja GMIT Syalom Mokdale terasa berbeda. Ratusan jemaat yang hadir untuk beribadah disambut kehadiran jajaran Polres Rote Ndao dalam kegiatan Minggu Kasih, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang digelar mulai pukul 07.00 WITA di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain itu menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 100 Hari Kerja Kapolri. 
Tujuannya sederhana namun bermakna, dalam rangka mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, persuasif, dan penuh kepedulian.
Hadir langsung Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.I.K., didampingi Kasat Binmas Polres Rote Ndao AKP Frits O. Matly, Kapolsek Lobalain IPDA Djoni Elvis Pada, S.H., beserta anggota Polsek Lobalain.
Kegiatan ibadah diikuti sekitar 261 jemaat GMIT Syalom Mokdale. Rangkaian ibadah Gereja dipimpin oleh Ketua Majelis Klasis Lobalain Pdt. Merry J. B. Nalle-Sirah, S.Th.
Di sela-sela kegiatan ibadah, Vokal Grup Polsek Lobalain curi perhatian Jemaat. Salah satu momen yang paling berkesan dalam ibadah tersebut adalah persembahan lagu pujian dari Vokal Grup Polsek Lobalain yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Lobalain. 
Penampilan tersebut disambut hangat oleh para jemaat. Bukan sekadar hiburan, persembahan itu menjadi simbol kedekatan antara Polisi dan masyarakat, bahwa Polisi juga hadir sebagai bagian dari jemaat, sebagai sesama warga yang beribadah dan bersyukur bersama.
Usai rangkaian ibadah, Kapolres diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak jemaat untuk berperan aktif menjaga keamanan.
Dalam pesannya, Kapolres juga mengajak jemaat untuk menjaga keamanan lingkungan dengan selalu memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci, tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan serta turut memperhatikan keamanan rumah saat beribadah. 
“Kabupaten Rote Ndao adalah rumah kita bersama. Perbedaan agama, suku, dan budaya hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan," ucap Kapolres. 
Selanjutnya, disampaikan pula himbauan untuk menjauhi miras, narkoba, perjudian, dan kriminalitas.
Lebih lanjut dirinya mengajak jemaat untuk menjadikan Gereja sebagai pusat persaudaraan dan kepedulian sosial, saling membantu saat ada saudara yang kesulitan, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
Kapolres menegaskan, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jemaat sangat dibutuhkan untuk menciptakan Rote Ndao yang aman, damai, dan harmonis.
“Melalui Minggu Kasih ini, kami ingin mendengar langsung aspirasi, keluhan, serta masukan dari masyarakat agar pelayanan Kepolisian semakin baik, humanis, dan responsif," jelas Kapolres. 
Kegiatan Minggu Kasih ini pun menjadi bukti bahwa kehadiran Polri bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat beribadah, bersyukur, dan merajut persaudaraan. (H,rnd)