Wakil Konsulat Tiongkok Lakukan Kunjungan ke Polres Rote Ndao, Dukung Polri Cegah People Smuggling
Kehadiran Konsulat Tiongkok Ini Untuk Melakukan Audiensi Dengan Polres Rote Ndao Tentang Jalur Perlintasan WNA Asal Tiongkok Menuju Australia
ROTE. Sebagai upaya pencegahan terulang kembali adanya tindak pidana People smuggling yang melibatkan Warga Negara Tiongkok, Wakil Konsulat RRC atau Consulate General Of The People's Republic Of China melakukan kunjungan ke Polres Rote Ndao. Kamis (05/03/2026)
Pertemuan Wakil Konsulat China Zhu Yu bersama staf Konsulat China Xu Lian dilaksanakan pada Mapolres Rote Ndao yang disambut oleh Wakapolresrotendao Kompol I Wayan Sunarta S.E, Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Rifaii.,S.H bersama Kasubsi Penmas Sihumas Polres Rote Ndao Aipda Onny Mbolik.
Dalam sambutannya Wakapolresrotendao Kompol I Wayan Sunarta.,S.H mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Konsulat RRC sudah diagendakan oleh Bapak Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono.,S.ST.,M.K.P namun bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Polda NTT di Kupang,Sehingga Audiensi Ia wakili bersama fungsi terkait.
Permintaan audiensi bersama Polri telah diawali dengan surat pemberitahuan melalui Divisi Hubungan Internasional Polri (Divhubinter Polri) dengan tembusan Kapolda NTT dan Kapolres Rote Ndao dalam rangka upaya pencegahan keterlibatan Warga Negara Tiongkok sebagai korban dalam jaringan People smuggling dengan tujuan perlintasan ke Australia secara ilegal melalui perairan Indonesia.

Dalam pertemuan atau audiensi yang digelar Polres Rote Ndao bersama Wakil Konsulat RRC dan , Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Rifai, S.H memberikan penjelasan secara detail jalur perlintasan ilegal yang digunakan oleh jaringan People smuggling membawa WNA ke Australia melalui perairan Laut Indonesia.
"Dari Tahun 2015 hingga Februari 2026 sudah terdapat 173 (Seratus Tujuh Puluh Tiga) Orang WNA yang diamankan di diwilayah hukum Polres Rote Ndao, Jalur keberangkatan berasal dari Sulawesi Tenggara menuju perairan Australia" ungkap Kasat Reskrim.
Dari seluruh WNA yang diamankan, Mereka menjelaskan bahwa setelah kapal atau perahu yang mereka tumpangi memasuki perairan Australia, Kapal mereka dihadang oleh otoritas Australia kemudian dipindahkan ke kapal lain (Speedboat) yang telah disediakan dan kapal yang awalnya digunakan memasuki perairan Australia dibakar atau ditenggelamkan" jelas Kasat.
Para korban people smuggling selalu diamankan di Pulau Rote Karena Pulau paling dekat dengan Australia adalah Rote, Mereka juga dibekali BBM yang terbatas dan GPS jalur pelayaran selalu diarahkan ke Rote.
Dalam penegakkan hukum, Semua WNA Indonesia yang terlibat telah menjalani proses persidangan terkecuali kasus yang sementara ditangani saat ini karena para pelaku masih dalam pengejaran" tambah Kasat Reskrim.

Untuk sementara para WNA yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif dan akan segera dikirim ke Imigrasi Kelas I Kupang. Kami juga telah bersurat ke Div hubinter Polri tentang diamankannya 7 (Tujuh) Orang WNA korban People Smuggling yang terdiri dari 4 (Empat).orang WNA China dan 3 (Tiga) Orang WNA Uzbekistan"
Jadi titik keberangkatan bukan melalui Rote namun Rote dijadikan lokasi terakhir korban People smuggling ditemukan saat "diusir" otoritas Australia" tutup Kasat Reskrim.
Apresiasi dari Konsulat China bagi Polres Rote Ndao juga sampaikan oleh Zhu Yu atas kinerja Polres Rote Ndao yang memperlakukan warga negaranya dengan baik, Mereka berharap agar proses pemeriksaan dapat berjalan baik sehingga Ke-4 WNA China ini bisa secepatnya dideportasi.
Kami sangat berterima kasih atas penjelasannya dan telah memperlakukan Warga Negara Kami dengan baik selama menjalani proses pemeriksaan dan memenuhi kebutuhan mereka sehari hari" ungkap Zhu Yu.
Wakapolresrotendao Kompol I Wayan Sunarta.,S.E, "Kami berterima kasih atas peran aktif Konsulat RRC atas keberadaan WNA yang telah diamankan sebagai korban People Smuggling, Proses Hukum akan terus berjalan dan kami juga berharap dari Pihak Konsulat RRC dapat melakukan pencegahan sejak dini agar tidak ada lagi WNA Tiongkok menjadi korban People smuggling" imbuh Wakapolres.
Wakil konsulat RRC juga difasilitasi untuk bertemu dengan ke 4 WNA asal China sekaligus memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan mereka terpenuhi selama berada di Mapolres Rote Ndao.
Secara terpisah Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono.,S.ST.,M.K.P mengungkapkan, "Polres Rote Ndao tetap tegas dalam penegakkan hukum atas setiap tindak pidana penyelundupan manusia (People smuggling), Dengan kerjasama yang baik dan pencegahan dini dari pihak terkait diharapkan dapat menekan angka perlintasan ilegal menuju perairan Australia" pungkas Kapolres. (BDN_23)


